Header Ads

MENGAKTIFKAN EXPIRES HEADER DAN OPTIMASI CACHE-CONTROL PADA WORDPRESS

Fast response time yang cepat bukanlah satu-satunya perhatian sampeyan saat merancang sebuah website. Jika ya, maka sampeyan akan menerapkan peraturan #1, mengurangi permintaan HTTP untuk meningkatkan kecepatan situs, ke ekstrem dan tidak menempatkan gambar, script atau stylesheet CSS apa pun pada halaman website sampeyan.

Add Expires Header & Optimize Cache-Control

Seperti yang mungkin sudah sampeyan ketahui, Google sangat terobsesi dengan kecepatan website sampeyan, dan mengingat bahwa website berbasis database dinamis saat ini memiliki reputasi untuk waktu pemuatan yang cukup lambat.

Cara yang bagus untuk mulai meningkatkan kinerja situs web Anda adalah dengan menetapkan Far-Future Expiration-Date untuk berbagai file dalam website sampeyan.

Optimasi Cache-Control untuk meningkatkan Site Speed

Solusi terbaik untuk memperbaiki caching pada semua platform browser adalah dengan menggunakan rangkaian Expires Header dengan arahan 'ExpiresDefault', seperti yang ditunjukkan pada script di bawah '# Default Directive'

Menambahkan Expires Header & Mengoptimalkan Cache-Control, akan menentukan tanggal kedaluwarsa untuk semua bentuk gambar, JavaScripts dan stylesheet CSS, sehingga browser Anda dapat menyimpan file-file ini untuk digunakan pada kunjungan halaman web berikutnya.

Browser menggunakan cache ini untuk mengurangi jumlah permintaan HTTP yang membuat halaman web dimuat lebih cepat. Server web menggunakan Expires Header untuk memberi tahu klien web bahwa ia dapat menggunakan salinan komponen saat ini, yang tersimpan di history browser sampeyan hingga waktu yang ditentukan untuk expired/kadaluwarsa.

Pada permintaan selanjutnya browser akan memeriksa cache untuk mengetahui apakah komponen sudah kadaluarsa. Jika komponennya tidak berubah, server asal akan menghindari pengiriman seluruh komponen dan malah mengirim kembali beberapa header yang memberitahukan browser untuk menggunakan komponen pada history browsernya.

CONTOH: Pertama kali browser memuat sebuah halaman web, file tersebut akan memuat file yang diperlukan untuk tampilan, fungsionalitas halaman (misal; gambar, stylesheet dan script), ke dalam cache-nya.

Untuk kunjungan halaman berikutnya atau yang akan datang, maka browser akan memeriksa Expires Header untuk setiap file, dan akan memuat apapun yang belum kedaluwarsa, langsung dari cache, jadi akan mempercepat waktu respon sebuah halaman web.

Expires Header – Optimasi Cache-Control menggunakan Mod_Expires

Metode konvensional untuk menyesuaikan cache-control Apache menggunakan expires-module (Server language) mod_expires. Setelah mod_expires diaktifkan di file konfigurasi utama (httpd.conf di server sampeyan), mod_expires dapat dikonfigurasi menggunakan 3 perintah mod_expires: ExpiresActive, ExpiresByType, dan ExpiresDefault.

Metode ini paling baik terletak di dalam file httpd.conf di server sampeyan, namun juga bekerja dengan baik bila disertakan dalam file root .htaccess.

Bahwa Google sangat terobsesi dengan kecepatan sebuah website, dan script sederhana ini adalah salah satu solusi dari banyak peningkatan kinerja website sampeyan, dibawah ini adalah cara termudah bagi sampeyan untuk menyalin dan menambahkan script file .htaccess website sampeyan untuk meningkatkan kecepatan situs web.

# Optimize cache-control
<IfModule mod_expires.c>
ExpiresActive on
ExpiresDefault "access plus 1 month"
ExpiresByType image/gif "access plus 1 month"
ExpiresByType image/png "access plus 1 month"
ExpiresByType image/jpg "access plus 1 month"
ExpiresByType image/jpeg "access plus 1 month"
ExpiresByType text/html "access plus 3 days"
ExpiresByType text/xml "access plus 1 seconds"
ExpiresByType text/plain "access plus 1 seconds"
ExpiresByType application/xml "access plus 1 seconds"
ExpiresByType application/rss+xml "access plus 1 seconds"
ExpiresByType application/json "access plus 1 seconds"
ExpiresByType text/css "access plus 1 week"
ExpiresByType text/javascript "access plus 1 week"
ExpiresByType application/javascript "access plus 1 week"
ExpiresByType application/x-javascript "access plus 1 week"
ExpiresByType image/x-ico "access plus 1 year"
ExpiresByType image/x-icon "access plus 1 year"
ExpiresByType application/pdf "access plus 1 month"
<IfModule mod_headers.c>
Header unset ETag
Header unset Pragma
Header unset Last-Modified
Header append Cache-Control "public, no-transform, must-revalidate"
Header set Last-modified "Tue, 1 Oct 2014 10:10:10 GMT"
</IfModule>
</IfModule>

Mengaktifkan GZIP enable

Untuk mempercepat loading website sampeyan, mengurangi beban halaman sangatlah penting. Dengan mengaktifkan GZIP compression dapat membantu mengurangi beban halaman web Sampeyan, yang efeknya secara signifikan dapat mengurangi waktu loading, meningkatkan loading saat pertama merender halaman tersebut dan yang jelas juga mengurangi penggunaan data dari sisi visitor.

Semua browser versi terbaru mendukungnya dan secara otomatis menegosiasikan GZIP compression untuk semua permintaan HTTP.

Jika secara default GZIP compression ini tidak aktif, maka ada beberapa cara untuk mengaktifkannya di server web Sampeyan.

Enable GZIP menggunakan WordPress Plugin
Yang pertama dan salah satu yang termudah adalah dengan menggunakan plugin caching yang mendukung mengaktifkan GZIP. WP Rocket, misalnya, menambahkan aturan GZIP comprssion dalam file .htaccess secara otomatis menggunakan modul mod_deflate. W3 Total Cache juga memiliki cara untuk mengaktifkannya. Meskipun ini adalah plugin, tapi masih bergantung pada izin (CHMOD) untuk memodifikasi file di server web Sampeyan. Jika plugin caching Sampeyan tidak memiliki izin rewrite maka Sampeyan perlu merubah permission CHMOD.

Enable GZIP pada Apache
Mengaktifkan GZIP compression dengan mengedit file .htaccess. Sebagian besar shared host menggunakan server Apache, di mana Sampeyan dapat dengan mudah menambahkan kode di bawah ini ke file .htaccess pada root website.

*CATATAN: Pastikan mod_filter telah dimuat di server Sampeyan, jika tidak, arahan AddOutputFilterByType tidak akan berfungsi dan dapat menyebabkan 500 Error, Saya sarankan untuk memeriksa log Error tersebut.

<IfModule mod_deflate.c>
# Compress HTML, CSS, JavaScript, Text, XML and fonts
AddOutputFilterByType DEFLATE application/javascript
AddOutputFilterByType DEFLATE application/rss+xml
AddOutputFilterByType DEFLATE application/vnd.ms-fontobject
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-opentype
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-otf
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-truetype
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-ttf
AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-javascript
AddOutputFilterByType DEFLATE application/xhtml+xml
AddOutputFilterByType DEFLATE application/xml
AddOutputFilterByType DEFLATE font/opentype
AddOutputFilterByType DEFLATE font/otf
AddOutputFilterByType DEFLATE font/ttf
AddOutputFilterByType DEFLATE image/svg+xml
AddOutputFilterByType DEFLATE image/x-icon
AddOutputFilterByType DEFLATE text/css
AddOutputFilterByType DEFLATE text/html
AddOutputFilterByType DEFLATE text/javascript
AddOutputFilterByType DEFLATE text/plain
AddOutputFilterByType DEFLATE text/xml

# Remove browser bugs (only needed for really old browsers)
BrowserMatch ^Mozilla/4 gzip-only-text/html
BrowserMatch ^Mozilla/4\.0[678] no-gzip
BrowserMatch \bMSIE !no-gzip !gzip-only-text/html
Header append Vary User-Agent
</IfModule>

Enable GZIP di Server NGINX
Jika Sampeyan menggunakan server berbasis NGINX, cukup tambahkan berikut ini ke file nginx.conf.

gzip on;
gzip_disable "MSIE [1-6]\.(?!.*SV1)";
gzip_vary on;
gzip_types text/plain text/css text/javascript image/svg+xml image/x-icon application/javascript application/x-javascript;

Post a Comment

0 Comments