Header Ads

header ads

Meningkatkan Performa Website Pada Server Berbasis VPS/Dedicated

TWEAKS ME

Meningkatkan Website WordPress Pada Server Berbasis VPS/Dedicated — Saya akan memberikan beberapa rekomendasi yang dapat membantu untuk meningkatkan dan mempercepat website Sampeyan tanpa ribet. Tehnik ini sudah saya lakukan sejak lama dan terus saya tweaking dan kembangkan mengikuti perkembangan algorithm, PHP version, SQL dan lain sebagainya.

Daftar isi:

Saya memiliki banyak website yang berjalan di singe VPS ataupun Dedicated server dengan spesifikasi machine berbeda-beda tentunya.
Sebagai contoh salah satu website dengan server berbasis VPS berikut dengan traffic 18.000 - 25.000 UV (Unique Visits) per day:
  1. Ubuntu Server 21.04
  2. 4 GB RAM
  3. 2 Processors (Intel(R) Xeon(R) CPU E5-2695 v2 @ 2.40GHz)
  4. 80 GB disk space
  5. 1 GB NIC
  6. 256-bit SSL encryption
  7. Self-hosted mail server
  8. Native Custome News Theme official WP.org/themes. Saya tidak pernah menggunakan web builder (Elementor, Oxygen, WP Backery, DIVI dll) untuk website-website berbasis News sites
  9. Redis Cache – backend
  10. Litespeed cache – front end
  11. 18 plugins
Dengan spesifikasi ini, termasuknya udah include Google AdSense script yang notabene bikin hancur metrix, saya udah mendapatkan hasil yang cukup bikin puas dari GTmetrix:

Untuk SharedHosting, Sampeyan tidak akan dapat berbuat banyak dan melakukan sebagian besar item backend yang tercantum di bawah ini, jadi user SharedHost cukup pasrah aja menerima kenyataan yang cukup pahit;

Tapi sampeyan masih bisa melakukan semua item di bagian Frontend dan masih bisa meningkatkan performa websites yang cukup signifikan.

For Virtual Private Servers (VPS)/Dedicated Servers:

BACKEND

  1. Cari VPS yang handal, cepat tetapi terjangkau – pada case ini Saya terbiasa menggunakan Vultr dan Google Clouds Compute.
    Ya, saya memang addicted dengan kedua provider hosting ini. Sampeyan boleh menentukan server kesukaan Sampeyan.

    • root
    • /root@xxxxxx:~# uptime -p
    • up 41 weeks, 6 days, 39 minutes
  2. Gunakan NGINX reverse proxy server daripada Apache2, NGINX emang dirancang untuk kinerja – Baca artikel ini memahami keduanya https://kinsta.com/blog/nginx-vs-apache/

  3. Gunakan PHP 8.0, dimana kemampuannya 18.47% lebih cepat, progressive dan responsive dibandingkan PHP 7.4. Dan jika Sampeyan membandingkannya dengan PHP 7.0, dapat mengatasi 50% lebih request (transactions) per second.

    PHP 8.0 memberikan fitur baru seperti yang banyak diantisipasi pada Just In Time (JIT) compiler, optimasi kinerja lainnya adalah built-in/core JSON support

  4. Aktifkan server-side caching solution seperti Memcached atau Redis Cache.

    Keduanya sangat mendukung untuk kebutuhan WordPress; Redis cukup mumpuni dan menawarkan lebih banyak object caching settings jika sampeyan mau nge-tweak lebih dalam lagi.
  5. Gunakan MariaDB pada MySQL, Sampeyan memang tidak akan melihat terlalu banyak peningkatan kinerja yang signifikan, tetapi setiap milisecond-nya cukup membantu ketika harus mengambil data pada database dan memuat/menampilkannya pada halaman tersebut akan sangat membantu. Untuk detail lebih lanjut, baca artikel ini https://blog.kernl.us/2019/10/wordpress-database-performance-showdown-mysql-vs-mariadb-vs-percona/

  6. Update VPS Sampeyan dengan patches terbaru, software, dan OS distribution. Untuk Debian based Linux distros (Ubuntu, Deepin, Linux Mint) gunakan commands dibawah ini:
    • apt-get update
    • apt-get upgrade
    • apt-get dist-upgrade
    • apt-get autoclean
    • apt-get autoremove

FRONTEND

  1. Gunakan WordPress versi terbaru.
  2. Gunakan plugins-plugins sebutuhnya aja.
    Setiap plugins yang aktif akan menambahkan lebih banyak query database, membuat table-table tambahan dan jelas akan menggunakan lebih banyak sumber daya server, menambahkan lebih banyak waktu untuk me-loading halaman website Sampeyan. Dan banyak juga plugins-plugins yang di coding asal-asalan dengan mengabaikan structure yang baik sekalipun developernya cukup ternama.

    Cek ulang, apakah Sampeyan dapat menggabungkan beberapa konfigurasi atau functions dalam pengaturan pada satu plugin atau langsung tweak pada theme. Hal ini membutuhkan pengetahuan script-writing, minimal bisa bikin fungsi PHP.

    Misalnya, theme yang saya gunakan memungkinkan untuk mengintegrasikan kode HTML (Google Analytics) di semua halaman tanpa perlu menginstal plugin GA terpisah untuk yang melakukan hal yang sama. Lebih sedikit query maka akan lebih sedikit sumber daya server yang dibutuhkan, dan beban halaman yang lebih cepat!

    Setiap enam bulan, tinjau plugin dan nonaktifkan/hapus apa pun yang tidak Sampeyan butuhkan.

  3. Gunakan plugin caching seperti Litespeed, W3 Total Cache, WP Fastest Cache, WP Super Cache, WPRocket.
  4. Gunakan lightweight theme.

    Seperti yang sudah saya mention diatas, saya tidak menggunakan web builder seperti Elementor, Oxygen, WP Backery, DIVI dll. Jika Sampeyan menggunakan web builder tersebut, pastikan Sampeyan menguasai performanya, mampu melakukan tweaking pada themes.

  5. Jika situs Sampeyan menggunakan banyak gambar, pastikan untuk mengompresnya sebelum menguploadnya, menghemat waktu load halaman. Saya menggunakan hal berikut untuk mengkompres semua gambar secara mudah: https://squoosh.app/ Alternative lain, gunakan versi .webp images. Dikembangkan oleh Google dan dirancang untuk membuat file yang lebih kecil untuk kualitas yang sama, atau kualitas yang lebih tinggi untuk ukuran yang sama, daripada JPEG, PNG, dan GIF image formats

    Selama May 2021, WebP berkontribusi supported 94% pada web browsers secara global. Bisa Sampeyan baca disini: https://en.wikipedia.org/wiki/WebP and https://developers.google.com/speed/webp

    Free online image converter apps: JPG to WEBP (Online & Free) — Convertio or WebP Converter

  6. Content Delivery Network (CDN): ya saya menggunakan CDN bridging dari QUIC yang terintegrasi di Litespeed Cache.

    Saya tidak pernah menggunakan Jetpack walaupun fitur ini official dari WordPress.org. Kenapa? Jetpack terlalu rentan pada dumping injection malware ketika kita tidak bisa mengamankan XMLRPC.php pada root yang kebanyakan defacer menyerang bagian ini. Alasan lain, dengan menggunakan Jetpack maka kita juga sudah kudu siap terkena grabbing atas property website kita terutama images, jadi menggunakan anti-hotlinks pun akan sia-sia.
  7. Domain Name System (DNS) Host: Saya tidak menggunakan open DNS host apapun (Cloudflare, CloudNS dll) tapi menggunakan Private Nameserver dari domain terkait.

    wah rentan DDoS tewas dong? Enggak, karena IP server utama tidak pernah muncul di public, Saya mengatasinya dengan menambahkan IP Private Network untuk melakukan covering IP induk dari server yang saya gunakan. Ketika terjadi serangan, tinggal saya replace saja menggunakan IP Private Network yang baru. Vultr, Digital Ocean, Google Cloud Compute sudah ada fitur ini.
  8. Install VPS Control Panel dedicated untuk kecepatan dan kinerja. Saya menggunakan https://fastpanel.direct (free). Jika menggunakan FastPanel Control Panel atau apapun Control Panel, pastikan enable GZIP compression. Sites -> -> Settings -> Static Content, ubah Gzip compression level ke 9.
30-day server stats:

Meningkatkan Website WordPress Pada Server Berbasis VPS/Dedicated







Saya harap tehnik ini membantu siapa pun yang ingin menyempurnakan atau meningkatkan kinerja VPS mereka, bahkan jika itu hanya satu item.

Google memberikan peringkat sebuah website lebih cepat dan lebih tinggi pada SERP (Search Engine Rank Positions). Google gak mau user menunggu halaman lambat dan lemot Sampeyan di loading.

Kinerja yang baik dapat dicapai, Sampeyan hanya perlu melakukan penelitian dan membuat tweak yang diperlukan dan memverifikasi mereka bekerja, jika tidak, mengubahnya kembali dan menemukan jalan lain untuk membuatnya bekerja lebih cepat, dan hal ini yang tahu cuman Sampeyan sebagai pemilik website-nya.